Saturday, November 28, 2015

Mungkin sedang tidak baik sekarang tapi akan baik - baik saja







Seberapa cepat ritme hidupmu saat ini? 

Jeda, bukankah kita semua memerlukannya? Berhenti sebentar, menarik diri ke belakang untuk melihat dan memeriksa diri sendiri tentang apa yang sudah dan akan kita lakukan. Tentang kita dan orang lain atau tentang kita dan Dia.
Belakangan saya menikmati kebiasaan-kebiasaan lama yang sempat tertinggalkan karena kesibukan. Hal-hal sederhana yang bisa membuat saya berhenti sejenak dari hectic-nya rutinitas (hati).  Saya menikmati segala sesuatunya dengan lebih pelan. Menikmati proses dan menikmati rasa (apapun). Saya mencoba hal - hal baru yang sebelumnya belum pernah saya lakukan. Saya memberikan waktu pada diri saya sendiri untuk kembali membaca buku, menikmati tulisan – tulisan indah, kembali menulis dan menikmati secangkir kopi hangat sambil mendengarkan beberapa lagu kesukaan dan memikirkanmu tentunya 
Semoga jeda ini menjadikan semuanya baik – baik saja, penawar dari segala lelah. Mungkin sedang tidak baik sekarang tapi akan baik – baik saja.

Waktu akan berbaik hati,,,

Back ground song Seether ft. Amy lee - Broken

Hai,...



 
pic. google


Hai,…


Hari ini aku memikirkanmu lebih banyak dari biasanya. Kamu sedang apa? Di mana kamu sekarang?  Rindu? Entahlah, mungkin iya atau mungkin aku juga tidak tahu ini perasaan apa. Padamu selalu aku tak pernah bisa menjelaskan apa yang aku rasakan.

Di luar hujan.  Gerimis manis.  Mereka menggunakan jas hujan dan payung bahkan ada yang nekat menerobosnya tanpa melindungi diri dari basah. Aku selalu jatuh cinta pada hujan. Aku menyukai aromanya, rinainya dan hawa dingin setelahnya. 

Aku menulis ini sambil menikmati secangkir kopi hitam. Aku tidak suka kopi hitamku terdistraksi manisnya gula. Aku ingat kamu selalu mengatakan 
“cukup hidup  saja yang pahit kopi jangan” dan aku selalu berpikir sebaliknya.

Terimakasih untuk hadir dengan cinta dan mengajarkan begitu banyak hal. 


Meja kantor, menjelang siang dan rasa yang masih sama padamu :)

Monday, May 11, 2015

Cerita tentang








Bisakah kita bercerita sesuatu yang indah

Besok… atau mungkin lusa?

Tentang lembah dan matahari pagi di puncak-puncak gunung

Tentang jingganya senja di atas lautan biru

Atau hanya sekedar tentang buku dan kopi favorite mu



Tahukah kau,aku selalu jatuh cinta pada langit



 bisakah kita bercerita?


Pelan-pelan saja…

Tuesday, March 20, 2012

Cerita soto instan

"Mbak,Irma, mie yang mbak kasih ke aku kemaren itu aneh banget deh, gak enak, apalagi itu yang item-item gak bisa dimakan."

"Loh justru itu-nya yang enak loh beda sama yang lain kan belum ada tuh yang kayak gitu. Itu yang item2-item itu jamur,emang kenapa gak bisa dimakan kan kruik-kriuk gitu rasanya."

"gak kriuk-kriuk kok tapi keras banget."

"Lah kok bisa, kamu rebus juga kan?"

"emang direbus juga? Jamurnya Cuma aku rendam di air anget."


#Gubrak





Begitulah sepenggal cerita saya dan seorang teman kantor yang saya berikan sample Sotoji begitu security kantor mengantarkan paket berisikan 3 buah Sotoji itu.

Produk soto instan ini belakangan tenar sekali di kalangan mahluk-mahluk ranah maya. Pak Rohmat Sugito salah satu penghuni deBlogger menjadi tersangka utama pengusaha makanan ini. Sebenarnya sudah lumayan banyak produk makanan sejenis dengan Sotoji tapi gak bisa dipungkiri yang membuat berbeda adalah keberadaan si jamur tiram sebagai pelengkapnya.
Saat pertama mencicipi sebenarnya saya punya ekspektasi yang tinggi sama Sotoji, saya pikir akan ada sensasi yang bisa bikin bahagia, berbunga-bunga dan bikin sumringah yang luar biasa oke skip bagian yang ini #plak. Ternyata menurut saya rasanya cukup enak tapi cenderung biasa aja dan produsennya cukup cerdik dengan menggunakan jamur tiram sebagai pelengkapnya. 

Sebagai penyuka soto, rasa Sotoji mendekati mendekati rasa soto yang baik (apa sih) walaupun belum sesempurna mie instan rasa soto produk saingannya. Icip-icip kedua kalinya saya mencoba menambahkan bahan pelengkap a la saya tentunya hehehehe. Saya tambahkan daun sawi, bawang daun, cabe rawit, kol, bakso ikan, kecap manis,sambal dan sedikit kecap asin. Oke ini memang agak berlebihan karena saya memasukan apa yang ada di lemari pendingin ibu saya. Dan jangan berpikir saya makan sendirian, saya makan bareng adik saya hehehe. Dan bahan pelengkap tersebut yang menambah selera pada Sotoji saya.

Pada intinya menurut saya dengan harga kisaran 3500, dilengkapi dengan bahan pelengkap lainnya bisa menjadikan Sotoji lebih enak untuk dinikmati.  Dan menjadi alternatif lain penghilang lapar tengah malam ataupun pilihan menu sarapan sebelum berangkat beraktivitas.

Strategi promosi marketing yang dipilih oleh pun termasuk cerdik karena sasaran awalnya adalah blogger  yang  notabene bisa lebih mempersuasif orang melalui tulisannya. @sotoji_ akun twitter yang bisa di follow untuk melihat reaksi para penikmat Sotoji

Oiya, soal intermezzo di awal saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan teman saya  -____-"


Monday, December 26, 2011

tak ada lagi


Jejakmu masa lalu
Tersapu musim yang kian salju
Hati,bersemayamnya segala pilu kian melagu kelu
 Kini berhenti di Desember yang begitu beku