Showing posts with label tentang rasa. Show all posts
Showing posts with label tentang rasa. Show all posts

Monday, September 12, 2011

perjalanan asa

Pic.google

Matamu,jendelaku menuju negeri para peri menari dan bernyanyi. Dan aku jatuh berulang kali. Cinta.

Senyummu, lembah aku menikmati kabut sambil menyusuri waktu yang seakan hilang saat jemari bertaut.

Hatimu, tempat berteduh paling teduh dari segala lelah dan ketika rindu mulai menata gelisah. Yang mengajarkan aku untuk mengerti bahwa kesedihan adalah kebahagiaan yang sedang mencari jalan pulang.

Tuesday, April 19, 2011

Tentang lelah

Menjejak ranah bernama lelah bukan akhir dari segalanya,ia hanya pengingat bahwa perjalanan jauh telah tertapaki bahkan dengan berlari,juga hanya penanda bahwa kita hanya manusia yang dapat merasa.

Kelak, jika lelah menyapamu percayalah bahwa kau bukan satu-satunya orang yang pernah berpapasan dengannya. Berhentilah sejenak untuk berbincang dengannya. Tersenyumlah padanya karena ia mengajarkan tentang sebuah perjuangan dan pengorbanan. Berdamailah dengannya karena pada akhirnya kita akan tahu bahwa tak ada kesia-sian di dalamnya. Yakinlah, menikmatinya membuat kita sadar bahwa semuanya sempurna,bahkan untuk sebuah rasa bernama lelah.

Thursday, March 24, 2011

kembali




Senja di tempat ini masih sama. Di café tempat kita biasa duduk berlamalama mendetik waktu. Bercangkircangkir kopi kita tandaskan sebagai penawar gigil dan kebekuan. Hari ini senja masih tersisa, ia menempel pada gedunggedung kota dengan keletihan yang sama. Langkahlangkah kaki mereka yang menikmati jingga selalu berirama dan senja selalu menghadirkan cerita berbeda.

Rindu, telah membawaku kembali ke sini menikmati cerita senja dan secangkir kopi yang hampir tandas menyisakan ampas. Diburu dan memburu ribuan mimpi membuatku tibatiba terasing dari nyata. Menjejak kita membuatku merasa ada dan mengingatmu adalah penawar luka.  

tentang pagi, kau, aku dan cerita baru

Sudahlah,haripun berlalu dan waktu telah berganti,
Mengapa masih kau pertahankan sisa senggal nafas di ujung rembang petang?
Bidadari yang kelak kau daulat menjadi pemilik hati telah tenggelam bersama matahari senja meninggalkan patahan yang kau sebut cinta.
Lelaplah barang sejenak dan kicau burung pagi kan bangunkan kau dari segala lelah. Dan ini adalah pagi tempat semburat senja yang tiba lebih awal mengabarkan segala harapan. Semburat luka yang tabah akan hilang di halaman depan rumah tempat sambut segala kisah tentang kepergian dan kepulangan. Ini tentang pagi,percayalah kelak kau akan nikmati dan berharap musim pagi tak akan berganti. Ini tentang pagi dan segala pesona keindahannya yang tak hanya dimiliki oleh senja. Ini tentang pagi, kau, aku dan cerita baru.

Thursday, December 16, 2010

menulis kenangan

 
Aku menuliskan kenangan hingga tinta rindu ini kering
Dan baris demi baris pun akhirnya pudar

sore terindah

                                           pic. google

Akan ku ceritakan padamu tentang sore terindah
Sesaat setelah langit menangis, kabut dinginnya membuatku jatuh cinta
Kamu,duduk di depanku menikmati secangkir kopi di sudut cafe itu
Pun membuatku tak pernah lupa bahwa rasa sekali lagi memenuhi sukma
Kamu,dengarkah? ku bisikan salam pada cakrawala bahwa aku bahagia

Saturday, November 20, 2010

Bolehkah?


Bolehkah aku pinjam namamu hanya untuk sekedar mengingatkanku bahwa kita pernah ada disatu aksara yang sama.

Bolehkah aku pinjam namamu hanya untuk sekedar basuh rindu beku yang terpaku karena mata tak dapat bersemai dalam tatap.

Bolehkah aku pinjam namamu hanya untuk sekedar ku titipkan pada malam dan menjelma embun ketika hari menyambut pagi.

Bolehkah aku pinjam namamu hanya  untuk sekedar ku tabur pada sepi agar membuat jelagaku tak kian pekat.

Bolehkah aku pinjam namamu untuk sekedar ku rapal dalam doa disetiap tengadah tanganku berharap bahagia menyertaimu.

Bolehkah aku pinjam namamu hanya untuk sekedar ku sandingkan dengan mega senja yang selalu membuat ku jatuh cinta.

Bolehkah aku pinjam namamu untuk sekedar ku jalin pada kata yang untaiannya meluahkan seuntara asa.

Bolehkah aku pinjam namamu untuk sekedar ku balutkan pada luka yang sekian lama makin menganga.

Bolehkah aku pinjam namamu hanya untuk sekedar ku sematkan lagi pada rasa bernama cinta.

Bolehkah?

Wednesday, October 27, 2010

Dear Tuhan (tentang tanahku)

 pic. http://thejakartapost.com

Dear Tuhan,

Tuhan, maafkan kami, kami memang bukan siapa-siapa hanya hambaMu yang memohon agar semuanya baik-baik saja.

Tuhan, entah apa yang terjadi dengan negeri kami hari ini. Seolah tanah ini sedang marah meluapkan emosinya

Tuhan, gunung-gunung yang biasanya diam,kokoh dan bersahaja itu kali ini seolah ingin berbicara melalui abu vulkanik yang dikeluarkannya. Menghujani semua yang berada di bawah kakinya. Ribuan orang harus menghirup paksa abu perut bumi. Para manula di usia senjanya pasrah tak berdaya pada alam. Para ibu yang takut terlihat tegar demi si anak yang menangis menjerit di pelukannya.

Tuhan, lautan yang tenang itu bergemuruh di dasarnya dan ikut berbicara lewat air yang ia hempaskan ke daratan. Menyapu dan meluluh lantakkan rumah-rumah beserta isinya yang sedang tenang di pinggirannya.

Tuhan, Engkau pasti tahu karena Engkau Maha tahu. Di negeriku ini banyak sekali perbedaan yang seharusnya keragaman ini menjadikannya sangat indah tapi mengapa kami saling mengejek dan menghina suku saudara-saudara kami.

Tuhan, bukan hanya itu bahkan untuk sebuah urusan beribadah suatu hal yang berhubungan denganMu kami saling berteriak,memaki bahkan menyakiti.

Tuhan, kami sungguh muak mendengarkan orang-orang yang berteriak mengatas namakanMu tetapi dengan menyakiti sesamanya.

Tuhan, kami ini semua hambaMu yang tak punya beda di mataMu selain apa yang telah kami tanam. Tapi di sini terlihat sekali perbedaan kami. Si kaya dan si miskin batasan status sosial yang sangat nyata. Sebagian dari kami sanggup mengahambur-hamburkan uang atas nama professionalitas padahal tidak. Dan sebagian lagi dari kami harus mengeruk tumpukan sampah untuk bisa mendapatkan sesuap nasi.

Tuhan, kami anak negeri yang berusaha sekuat tenaga mempertahankan tanah ini dari kesewenang-wenangan. Tanah yang kami pijak sedari kami bisa bernafas tapi mengapa para pemimimpin kami seolah mengacuhkannya dan berlagak tuli.

Tuhan, seharusnya kami didengarkan tapi kenapa sebaliknya kami harus mendengarkan keluh kesah dari pemimpin kami?

Tuhan, sungguh kami lelah menangis, harapan yang sanggup membuat kami bertahan kini hanya membuat kami sesak nafas.

Tuhan, marahkah Engkau pada kami? Ujiankah yang Engkau berikan pada kami? Kami tahu ada yang salah pada kami sehingga ibu pertiwi ini tak berhenti menangis.

Tuhan, entah kapan ini akan berakhir tapi kami yakin suatu saat nanti ibu pertiwi kami ini akan tersenyum lagi. Kami tahu sudah meminta sangat banyak dan Engkau memberikan lebih banyak dari yang kami minta tapi kami mohonkan lagi untuk yang kesekian kalinya kuatkan kami untuk menghadapinya.

Tuesday, September 7, 2010

Hujan pagi ini


Sepagian ini hujan menyapa bumiku
Merinai lembut diantara senyapnya pagi
Ia membawa kembali sejumput kenangan yang sempat ku curi simpan
Kenangan tentang kita dan hujan
Bersama sang bayu yang menghembuskan dinginnya
Kutitipkan salam kebahagiaan bagimu
Sedang apa kamu yang di sana?
Adakah sepagian ini hujan juga menyapa bumimu?

Friday, May 21, 2010

tentang sebuah hati

Mencoba menelaah perjalanan dari sebuah hati
Yang kerap tersandung godaan duniawi.
Sebuah hati yang kadang menjatuhkan air mata karena mencintai makhluk Tuhan dengan sangat,
Sebuah hati yang tak sempurna mencintai Sang Pemilik Cinta sesungguhnya
Sebuah hati yang rapuh yang mengiba akan Cinta Abadi
Sebuah hati yang berusaha untuk menghijabi hatinya dengan Cinta Ilahi
Ku mohon dengan sangat padaMu
Wahai Pemilik Hati
Pemilik Cinta Abadi,
Jika ku goyah kuatkan ku dalam langkah
Untuk terus setia dalam barisan hambaMu yang selalu rindu akan CintaMu
Jika kau tegur aku dengan ujianMu
Bimbing aku dengan sabdaMu
Wahai Rabb Maafkanlah Aku…

Friday, April 9, 2010

secawan senja dalam cangkir kopiku

Secangkir kopi kembali menemaniku sore ini. Awan yang mengirimkan gerimisnya membawa kembali selintas kenangan yang ku sempat curi simpan. Gerimis itu selalu lucu. Kata-kata itu yang pernah kamu tanamkan dihariku. Ternyata aku merindukanmu. Menikmati jingganya senja sehabis hujan. Menciumi aroma tanah saat air langit mengirimkan pesan rindunya pada bumi. Mengakrabi malam dengan segudang cerita hari yang siap untuk dibagi. Kini…
Aku mulai terbata mengeja kata. Kata tentang kita. Mungkin itu yang kata yang tepat. Tapi senyum itu kembali hadir. Bukan,bukan karenamu lagi tapi karena aku belajar untuk semakin dan lebih mencintaiNya. Dia yang selalu ada dan tak pernah meninggalkanku. Yang selalu mendengar setiap kata yang ku adukan kepadaNya. Terimakasih untuk semua hal indah yang pernah kau beri. Terimakasih untuk pernah mengajarkan aku arti keberanian. Terimakasih untuk pernah berbagi cerita hari dan cerita hati. Satu saat jika kau menikmati hujan atau jingganya senja percayalah bahwa akupun sedang menikmatinya. Lain waktu saat semuanya kembali bersahabat akan ku ceritakan pada mu tentang hujan dan jingganya senja yang ku nikmati dan mungkin jika rindumu masih tersisa serahkan kepada Sang Pemilik Waktu karena Dia yang Maha Tau kemana semuanya akan berlabuh

Friday, February 19, 2010

selamat hari lahir

 
 
Lilin kecil itu ku nyalakan kembali hari ini
Tepat di harinya hari jadinya
Terlantun sebuah ucapan
Selamat hari lahir…
Semoga rentang waktu
Dapat membuat nya menjadi lebih baik
Harap ku kedamaian selalu meliputinya
Senyum itu yang pernah dihantarkannya untukku
Jadikan penguat di sekelilingnya
Ku titipkan asa semoga sang teman hujan senantiasa tercapai cita dan harapnya saat usia mengubahnya menjadi lebih dewasa

Selamat hari lahir teman hujan ku…

Thursday, February 11, 2010

maafkan aku

Rabb...maafkan aku jika aku tak sekuat dan setegar itu

Thursday, December 24, 2009

sedikit tentang perpisahan

Pada akhirnya perpisahan itu adalah fase yang memang harus di pijak bukan untuk disesali

Belum lama ini kantor gw ngadain farewell party untuk direktur kita selama 2 hari di puncak,acara yang di mulai dengan seru-seruan,tertawa ditutup dengan air mata sedih perpisahaan.Beliau kurang lebih 6 tahun memimpin di kantor kita,dengan cara kepemimpinan yang unik beliau memimpin kita dengan caranya. Ada pengalaman2 yang agak nyentrik menurut gw. Pernah satu hari beliau teriak di poli dari ujung ke ujung “irmaaaaaaaaaaa..!!!! barangnya mana?????” semua orang yang sedang duduk kursi-kursi lorong poli otomatis mengarahkan matanya ke gw..!!! secara di ujung itu Cuma ada gw. Yang akan selalu kita inget adalah Beliau yang sering banget bilang “Busyet” yes Beliau bilang busyet…seperti “Busyet dah irmaaa” “Busyet dah itu siapa??” “Busyet dah itu kenapa bisa begitu??” yah kaya gitu deh.. ada lagi setiap kali di pidato atau kasih kata sambutan kata-kata yang ga pernah ketinggalan adalah “Tak ada gading yang tak retak”. Pasti bakalan kangen banget kita semua ke Beliau.

that’s life dude, segala sesuatu yang hadir ke kehidupan ini seperti koin yang memiliki dua sisi,menempel, tak bisa dipisahkan dan saling melengkapi. Perpisahan, mungkin salah satu keadaan yang sebisa mungkin untuk dihindari. Namun pada akhirnya perpisahan adalah fase yang harus di pijak bukan untuk disesali. Layaknya sebuah pertemuan yang menjadi kunci pembuka waktu kebersamaan,ia menghadirkan kisah yang kelak akan menjadi cerita kehidupan bernama kenangan. Seperti halnya rasa memiliki maka konsekuensinya kita siap kehilangan,begitu juga dengan perpisahan jika kita bersuka cita atas sebuah pertemuan maka kita harus menerima keadaan yang disebut dengan perpisahan (yah walaupun agak sulit :D)

Seperti orang lain, gw pun pernah mengalami perpisahan. Sedih??? Jawabannya pasti iya. Berawal dengan sebuah pertemuan unik, selalu hadir dalam sebuah kebersamaan dan berakhir dengan perpisahan.

Tak ada yang salah antara gw,dia ataupun mereka. Tak ada ucapan selamat tinggal dan kata maaf yang perlu diucapkan. Kita menerima keadaan bahwa Kita semua hanya pindah ke cerita yang lain.

Hanya saja yang membuat gw merasa kehilangan adalah kita tidak lagi berada dan berjalan dalam plot yang sama. Kita sudah tidak lagi berada dalam satu cerita.

Tidak ada yang perlu berubah, selain mengingat semuanya sebagai sebuah cerita yang selalu gw kenang. Ya, kenangan yang akan selalu tersimpan rapi dalam cawan suci bernama “hati”

Gw selalu berusaha memberitahu hati,jangan merasa terlalu bersedih untuk sebuah perpisahan, karena setelah ini akan ada pertemuan-pertemuan lain yang lebih indah yang sudah di atur oleh Nya untuk kita. Semuanya berproses di dalam aliran kehidupan ini. Hidup punya masa kadaluarsa,begitu juga dengan sebuah hubungan,secara sederhana dan alamiah alasan “karena memang sudah waktunya” terkadang lebih baik daripada harus menciptakan 1001 alasan yang membuat kita merasa bersedih. Jika memang harus berpisah ya ikhlaskan saja (hhhhmmmm sulit banget rasanya :D) dengan mengambil hikmah bahwa orang-orang yang keluar masuk dalam kehidupan gw adalah karena dan dengan maksud tertentu yang di utus oleh Nya. Bukankah setiap makhluk yang diciptakan Allah itu punya peranan masing-masing???. Allah punya maksud yang sangat baik dengan mempertemukan kita dengan orang-orang yang masuk ke kehidupan kita,dan dengan maksud yang sangat baik pula Dia mengganti dengan yang lainnya.

“Everyhting happen for very good reason”

Dan dalam sebuah perpisahan itu ada hal2 indah yang bisa di petik : Kebersamaan, Pembelajaran, Kenangan dan Pertemuan kembali.

So prepare ur self for the next journey of ur life,to see new people,new experiences, and new strories of course…….

Cheersss :D


Monday, November 9, 2009

Dia

Mengapa kau masih saja terus menantinya?
Itu yang di katakan logika kepada sebuah hati
Karena aku mencintainya..
Cinta kah itu? Logika kembali mendebat
Hati menjawab mungkin…
Dia selalu membuatku nyaman berada bersamanya
Bahkan hanya dengan menyebut namanya
Dia selalu bisa membuatku tersenyum di awal hari yang akan ku hadapi
Dia selalu bisa membuatku menangis di ujung hari yang sepi tanpa hadirnya
Dia memberiku inspirasi
Dia memberiku motivasi
Dia memberiku kekuatan
Dia mengajarkan aku menembus batas berfikir
Dia memberitahukan ku keajaiban mimpi
Dia menyentuh hati terdalam
Dia telah menggores cerita tentang sebuah dunia
Bukan hanya sekedar kata
Tapi rasa yang tak terurai kata dan bermakna
Oh rasa…andai dia merasa tanpa ku beraksara

Tuesday, October 13, 2009

hhhhmmmmmm

Akan ku simpan entah sampai kapan
mungkin sampai rasa ini tak dapat merasakan rasa
dan jika saat itu datang ku harap
aku dapat mengatakan padanya
kalau rasa itu pernah ada

hey

hey...mengapa daun jendela itu bergerak???
oohhh hanya angin kiranya yang menyapa
yang tak tampak hanya rasa
mendamaikan tak tersentuh raga

Tuesday, October 6, 2009

?????????????

sekeping hati dalam cawan senja dingin
di hirup angin megabarkan rasa yang berduka
perlahan mulai mengkidungkan namanya
pada nada hujan yang mulai menyapa

hampa sekali.....

tak tau harus apa
tak tau harus bagaimana


ga jelas lagi

akhirnya engkau kembali lagi
air langit yang membawa sejuta cerita
setahun lalu di kota ini
selalu ku nikmati engkau
bersama rasa dan di temani hadirnya

mungkinkah hadirmu dapat membawa kembali hadirnya?



untukmu hujan..

Friday, September 25, 2009

pagi hari ini

hari jumat 25 september 2009 waktu 08.30 waktu jam PC ku...lagi sarapan bubur ayam (lagi) sambil buka fesbuk trus ngetik ini di blog,prepare buat hospital service controlling.....dan lagi ngerasa ga jelas...ggrrhhhhh sangat tidak menyenangkannya ngerasa kaya gini,, seperti aku sedang BT...
Ukuran huruf