Saturday, November 20, 2010

Bolehkah?


Bolehkah aku pinjam namamu hanya untuk sekedar mengingatkanku bahwa kita pernah ada disatu aksara yang sama.

Bolehkah aku pinjam namamu hanya untuk sekedar basuh rindu beku yang terpaku karena mata tak dapat bersemai dalam tatap.

Bolehkah aku pinjam namamu hanya untuk sekedar ku titipkan pada malam dan menjelma embun ketika hari menyambut pagi.

Bolehkah aku pinjam namamu hanya  untuk sekedar ku tabur pada sepi agar membuat jelagaku tak kian pekat.

Bolehkah aku pinjam namamu untuk sekedar ku rapal dalam doa disetiap tengadah tanganku berharap bahagia menyertaimu.

Bolehkah aku pinjam namamu hanya untuk sekedar ku sandingkan dengan mega senja yang selalu membuat ku jatuh cinta.

Bolehkah aku pinjam namamu untuk sekedar ku jalin pada kata yang untaiannya meluahkan seuntara asa.

Bolehkah aku pinjam namamu untuk sekedar ku balutkan pada luka yang sekian lama makin menganga.

Bolehkah aku pinjam namamu hanya untuk sekedar ku sematkan lagi pada rasa bernama cinta.

Bolehkah?

Wednesday, October 27, 2010

Dear Tuhan (tentang tanahku)

 pic. http://thejakartapost.com

Dear Tuhan,

Tuhan, maafkan kami, kami memang bukan siapa-siapa hanya hambaMu yang memohon agar semuanya baik-baik saja.

Tuhan, entah apa yang terjadi dengan negeri kami hari ini. Seolah tanah ini sedang marah meluapkan emosinya

Tuhan, gunung-gunung yang biasanya diam,kokoh dan bersahaja itu kali ini seolah ingin berbicara melalui abu vulkanik yang dikeluarkannya. Menghujani semua yang berada di bawah kakinya. Ribuan orang harus menghirup paksa abu perut bumi. Para manula di usia senjanya pasrah tak berdaya pada alam. Para ibu yang takut terlihat tegar demi si anak yang menangis menjerit di pelukannya.

Tuhan, lautan yang tenang itu bergemuruh di dasarnya dan ikut berbicara lewat air yang ia hempaskan ke daratan. Menyapu dan meluluh lantakkan rumah-rumah beserta isinya yang sedang tenang di pinggirannya.

Tuhan, Engkau pasti tahu karena Engkau Maha tahu. Di negeriku ini banyak sekali perbedaan yang seharusnya keragaman ini menjadikannya sangat indah tapi mengapa kami saling mengejek dan menghina suku saudara-saudara kami.

Tuhan, bukan hanya itu bahkan untuk sebuah urusan beribadah suatu hal yang berhubungan denganMu kami saling berteriak,memaki bahkan menyakiti.

Tuhan, kami sungguh muak mendengarkan orang-orang yang berteriak mengatas namakanMu tetapi dengan menyakiti sesamanya.

Tuhan, kami ini semua hambaMu yang tak punya beda di mataMu selain apa yang telah kami tanam. Tapi di sini terlihat sekali perbedaan kami. Si kaya dan si miskin batasan status sosial yang sangat nyata. Sebagian dari kami sanggup mengahambur-hamburkan uang atas nama professionalitas padahal tidak. Dan sebagian lagi dari kami harus mengeruk tumpukan sampah untuk bisa mendapatkan sesuap nasi.

Tuhan, kami anak negeri yang berusaha sekuat tenaga mempertahankan tanah ini dari kesewenang-wenangan. Tanah yang kami pijak sedari kami bisa bernafas tapi mengapa para pemimimpin kami seolah mengacuhkannya dan berlagak tuli.

Tuhan, seharusnya kami didengarkan tapi kenapa sebaliknya kami harus mendengarkan keluh kesah dari pemimpin kami?

Tuhan, sungguh kami lelah menangis, harapan yang sanggup membuat kami bertahan kini hanya membuat kami sesak nafas.

Tuhan, marahkah Engkau pada kami? Ujiankah yang Engkau berikan pada kami? Kami tahu ada yang salah pada kami sehingga ibu pertiwi ini tak berhenti menangis.

Tuhan, entah kapan ini akan berakhir tapi kami yakin suatu saat nanti ibu pertiwi kami ini akan tersenyum lagi. Kami tahu sudah meminta sangat banyak dan Engkau memberikan lebih banyak dari yang kami minta tapi kami mohonkan lagi untuk yang kesekian kalinya kuatkan kami untuk menghadapinya.

Tuesday, October 26, 2010

Arti nama

Walah,dateline akreditasi dan perintilannya memaksa saya harus hiatus sebulan lebih kemarin. Hari ini kangen berbagi cerita-cerita gak penting lagi di sini. Cerita ini berawal dari Facebook seorang teman yang iseng-iseng mengikuti aplikasi kuis dan jawabannya di tag di halaman saya.


William Shakespeare pernah bilang apalah arti sebuah nama,walaupun nama bunga mawar bukan mawar toh ia tetap sama harumnya.

Tapi tahu gak sih bahwa kita semua sadar pentingnya sebuah nama. Misalkan kita mau bertemu seseorang di sebuah perusahaan dan kita gak tau namanya besar kemungkinan kita dianggap buang-buang waktu. Atau kalo ada yang memanggil “eh eh” gitu pasti menyebalkan bukan?

Saya iseng-iseng saya bertanya ke Mbah Google tentang arti nama saya. Ini dia jawaban darinya, Irma dalam bahasa Yunani artinya adalah terhormat atau bangsawan. Dalam bahasa Jerman berarti sesuatu yang lengkap. Sedangkan dalam bahasa Teuktonik artinya Dewi Perang atau gadis yang berderajat tinggi,nah kalo yang ini gak tahu kenapa saya kok berasa seperti Cut Nyak Dien ya. Biarpun kata orang ini nama saya pasaran tapi nama Irma mempunyai arti dan maknanya luar biasa,jadi gak jarang orang tua yang menamai anaknya dengan nama Irma.
Akhirnya beberapa hari yang lalu saya bertanya pada ibu tentang arti nama saya. Irma Damayanty begitu orang tua saya menamai diri ini. Ibu bilang Irma itu artinya perempuan sedangkan Damayanty dibagi menjadi 2 yaitu damai dan yanty. Seperti halnya Irma,yanti juga berarti perempuan. Nah, Irma Damayanty berarti perempuan yang penuh kedamaian. Menurut yang saya tahu dan orang-orang bilang nama adalah doa dan begitulah doa kedua orang tua saya.

Setelah dipikir-pikir saya bertanya pada diri sendiri sudahkah saya mencerminkan arti nama saya di hidup saya. Saya ngerasanya sih damai-damai aja walaupun terkadang rusuh-rusuh sedikit mungkin efek dari arti dewi perang itu diperlukan sebagai penyeimbang.

Nah,teman apakah arti nama kalian? Masih berpikirkah kalo nama itu tidak penting? Jadi mulai sekarang bertanyalah tentang arti nama kamu dan sudahkah kamu mencerminkan arti dari nama kamu? 

Thursday, September 16, 2010

Kulineran di Bogor bareng sepupu

H+1 setelah Lebaran, setelah pulang dari acara akad nikahnya om Didi, moment yang jarang banget buat bertemu dengan sepupu-sepupu terutama mbak Wulan yang notabene pernah jadi partner in crime-nya saya. Kami memutuskan untuk wisata belanja dan wisata kuliner ke daerah Bogor. Hari pertama setelah lebaran jalan cukup lancar dari Bekasi menuju Bogor. Tujuan pertama kami adalah SKI Tajur, siapa yang gak kenal tempat ini apalagi buat yang hobi mengkoleksi tas. Mau cari tas model apa aja di sini ada mulai dari tas jinjing sampe koper. Mulai dari tas anak-anak sampe tas orang dewasa. Setelah cukup lama muter-muter akhirnya mbak Wulan dapet 2 tas travelling untuk anaknya dan sayangnya saya gak dapet satupun yang sreg. Well,sebenernya karena beberapa waktu lalu saya sudah membeli tas untuk travelling, jadi buat menghemat mending saya gak usah kalap mata buat bela-beli tas lagi.

 SKI Tajur

Selesai dari SKI Tajur kami meluncur di jalan Sukasari yang cukup padat menuju Asinan Sedap Gedung  Dalam di jalan Siliwangi. FYI asinan sedap ini pernah direkomendasiin di acara  Ceriwis itu loh. Buat yang suka icap-icip asinan yah ini lumayanlah walaupun gak seenak asinan Kamboja ataupun asinan Bu Haji untuk asinan sayur. Dengan harga Rp.16.000  sudah bisa menikmati asinan sayur di sini. Oiya jangan lupa asinan buahnya karena Bogor juaranya. Saya juga mencoba eskrim gelato rasa chocolate apalah itu saya lupa, dan mbak Wulan mencoba eskrim durennya. Eskrim ini seharga Rp.15.000/cupnya.

 asinan sayur

eskrim yang udah setengah makan ini enak loh

Selesai ngeborong asinan dan icap-icip eskrim  lanjut ke tempat selanjutnya, menjelang jam 2 siang kami menyambangi tempat berikutnya untuk makan siang. Nah,tempat yang enak adalah Gurih 7 restoran lesehan khas Sunda yang lumayan oke punya. Walaupun agak lama menunggu giliran tempat karena sangat ramai tapi terbayar dengan makanan-makan yang enak dan cukup layak buat dinikmati. Untuk harga masih lumayan terjangkau walaupun agak-agak mahal sedikit. Akhirnya kami memesan Nasi tutug oncom komplit, Nasi timbel komplit dengan sayur asemnya dan Cumi saus padang. Oiya jangan beli es kopyornya kalo saya bilang dengan harga Rp.22.000/gelasnya gak cukup enak untuk harga segitu. Satu yang kurang di Gurih 7 ini adalah tempatnya agak kurang bersih dan kolam ikannya banyak sampah.

 tampak depan Gurih 7

tempat lesehannya berbukit

ada nyebrang kalinya juga loh

makanan yang tampilannya gak indah ini adalah cumi saus padang

nasi tutug oncom

otak-otak  
Macaroni Panggang adalah tempat selanjutnya perburuan makanan kita hari itu. Berhubung sedang hari Minggu dan liburan panjang tempat ini sangat ramai tidak seperti biasanya,bahkan mereka tidak mempunyai ready stock untuk makaroni panggangnya. Dan untuk bisa mendapatkannya kami harus mau menunggu -/+ 1 jam. Dan berhubung sepupu saya membawa anak dan haripun sudah menjelang malam kami harus merelakan tidak dapat makaroni panggang, makanan yang sebenarnya jadi tujuan kami datang ke Bogor. Sebagai gantinya akhirnya kami membeli Pastel pisang keju dan Pizza kastengel sebagai cemilan yang juga cukup enak. 2 cemilan ini masing-masing seharga Rp.17.500

tempat pastel dan pizzanya 

 pastel pisang keju

 pizza kastengel

Haripun beranjak malam,akhirnya perburuan kami di Bogor selesai di sini. Hari Minggu yang cukup menyenangkan wisata kuliner dan wisata belanja  bareng sepupu yang pasti moment langka banget mengingat kesibukan kita berdua. Sayangnya saya  pergi sama orang yang gak narsis dan banci foto jadi isinya cuma foto tempat sama makanannya aja.

Thank you my dear cousin for our lovely day.

Tuesday, September 7, 2010

Hujan pagi ini


Sepagian ini hujan menyapa bumiku
Merinai lembut diantara senyapnya pagi
Ia membawa kembali sejumput kenangan yang sempat ku curi simpan
Kenangan tentang kita dan hujan
Bersama sang bayu yang menghembuskan dinginnya
Kutitipkan salam kebahagiaan bagimu
Sedang apa kamu yang di sana?
Adakah sepagian ini hujan juga menyapa bumimu?